Menjadi suami ideal

Dikalangan ikhwan, tentunya banyak yang dipersiapkan tuk menata hidup, bagaimana menjadikan dirinya sebagai seorang muslim, menjadi seorang pemimpin rumah tangga yang ideal. Begitu juga dengan akhwat. Segudang harapan digantungkan, untuk mendapatkan sosok suami yang ideal. Bagi ikhwan, bagaimana suami ideal itu ? Berikut sebagian ciri-ciri suami ideal yang disarikan dari Buku “Suami Ideal”, Pengarang : Muhammad Rasyid Al Uwaid, Penerbit Darul Falah – Jakarta

Ini sebagian ciri yang ada :

1. Tidak ringan tangan dan tidak melecehkan

Seorang suami yang ideal dalam pandangan Islam ialah yang menghormati istrinya, tidak melecehkannya, bersabar menghadapinya dan tidak memukulnya. Dalam hal ini dia mengikuti jejak Rasulullah shallallahu’ alaihi wa sallam yang sama sekali tidak pernah memukul seorang istri.

2. Tidak pelit mengucapkan kata kata yang baik

Suami yang ideal adalah yang memanfaatkan rukhshah (keringanan) dalam Islam, dengan berkata dusta terhadap istri, untuk menyenangkan istrinya, memuaskan hatinya dan memupuk rasa cintanya. Insya Allah seorang suami tidak akan menyesali satu ungkapan cinta yang dia sampaikan kepada istrinya pada saat tertentu, karena dengan begitu justru dia dapat memetik hasil yang baik, mendorong istri semakin berbakti kepadanya dan memberikan apa pun yang dapat dia berikan tanpa batas.

3.  Mengajak istri taat kepada Allah

Seorang suami yang ideal adalah yang mengajarkan berbagai masalah agama kepada istrinya dan menyuruhnya taat kepada Allah. Dia harus menampakkan hasratnya ini dan juga keinginannya untuk memelihara istri dari neraka Jahannam.

Firman Allah,Wahai orang orang yang beriman, peliharalah diri kalian dan keluarga kalian dari api neraka.” (At Tahrim : 6)

Umar bin Al Khaththab bertanya, Wahai Rasulullah, kami dapat memelihara diri kami, lalu bagaimana cara kami memelihara keluarga kami?” Beliau menjawab, “Hendaklah kalian menyuruh mereka, melarang meraka, dan mendidik mereka.” Ali bin Abu Thalib, Qatadah dan Mujahid berkata, Peliharalah diri kalian dengan perbuatan kalian dan peliharalah keluarga kalian dengan nasihat kalian.”

4.  Berbuat adil terhadap semua istri

Seorang suami yang mampu menikahi lebih dari seorang istri, dia harus berbuat adil diantara mereka dalam hal tempat tinggal dan nafkah, sebagaimana yang diperintah Allah.

5.  Menutupi kesalahan istri

Akhlak seorang suami yang ideal adalah yang mampu menutupi kesalahan kesalahan istrinya, tidak menceritakannya kepada siapa pun, tidak kepada keluarganya maupun orang lain. Diantara buah yang dapat dipetik dari akhlak yang agung ini adalah :

  • Memperkecil wilayah perselisihan antara suami-istri
  • Membuat istri malu sendiri, membuatnya menyesali perbuatannya yang melampaui batas karena membuka perselisihan dengan suami
  • Mendorong istri melakukan hal yang sama, sehingga dia juga menutupi kesalahan suami dan tidak menceritakannya kepada keluarganya atau kepada siapa pun
  • Menutup pintu bagi usaha Iblis yang hendak memperlebar perselisihan diantara suami istri
  • Mendatangkan dan menumbuhkan kasih sayang diantara suami istri

6.  Menampakkan kelebihan istri dan kebaikan kebaikannya

Mengapa banyak suami yang tidak mau memuji istrinya dan tidak mau memperlihatkan kebaikan kebaikannya? Sebagian diantara mereka ada yang terlalu sibuk dengan aktivitas kehidupannya, sehingga di dalam benaknya tidak pernah terlintas pikiran untuk memuji istrinya. Bagaimana caranya untuk memuji seorang istri? Dengan mengatakan keutamaan keutamaannya, tentang amal amalnya yang shalih, tentang tabiatnya yang baik, tetapi jangan membicarakan kecantikan seorang istri dihadapan lelaki lain, karena dilarang oleh Islam.

7. Mencegah perselisihan dengan istri

Untuk mencegah perselisihan dengan istri dapat ditempuh satu dari beberapa cara berikut

  • Suami mengalah dari medan perselisihan dan pertengkaran
  • Memenuhi keinginan istrinya yang menjadi sebab perselisihan selagi tidak membatilkan yang haq dan tidak membenarkan yang batil
  • Bersikap diam dan tidak memancing amarah istri
  • Berusaha membuat istri ridha dan puas dengan mencari pangkal perselisihan atau berusaha mengalihkan perhatian dari perselisihan itu

8. Menghormati kerja istri di rumah

9. Cemburu kepada istri

Kecemburuan tersebut tidak boleh berlebihan yang menyebabkan berubahnya rasa cemburu menjadi buruk sangka dan kesangsian

10. Membantu istri dan menyertainya

11. Meminta izin kepada istri dalam hal yang menyangkut haknya

Bukankah meminta izin kepada istri ini justru memuliakan wanita, menjaga perasaan dan haknya?

12. Berhias untuk istri

13. Berlomba dengan istri

Pada suatu hadits dijelaskan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah berlomba lari dengan Aisyah. Apa yang terkandung dalam hadits tersebut?

  • Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengajak Ummul Mukminin Aisyah untuk lomba lari hingga dua kali. Ini merupakan petunjuk bagi kaum lelaki agar memiliki inisiatif pertama untuk meniru lomba ini. Sebab adakalanya istri punya perasaan takut kepada suami sekiranya dia yang mengusulkannya lebih dahulu.
  • Ada baiknya jika suami tidak menunjukkan dirinya sebagai pemenang terus menerus. Adakalanya dia perlu mengalah kepada istrinya.
  • Bukan berarti suami harus mengalah terus kepada istrinya, dengan maksud untuk menyenangkan hatinya, karena hal ini menghilangkan hakikat lomba lari itu dan menghilangkan rasa kompetitif.
  • Suami harus ingat bahwa lomba ini hanya dalam batasan canda dan memupuk kasih sayang, bukan dalam arti yang sesungguhnya yang memancing amarahnya, lalu berubah menjadi perselisihan, yang berarti hal ini bertentangan dengan tujuannya.

14. Memprioritaskan pemberian kepada istri daripada yang lainnya

15. Sabar menghadapi istri

16. Menunjukkan kasih sayang ketika istri sedang haid atau nifas

17. Tidak perlu ragu meminta pendapa istri

18. Mengucapkan salam kepada istri

19. Mendahulukan ibu daripada istri

20. Berdoa bagi kebaikan istri

21. Menyimpan rahasia istri

22. Menyediakan tempat tinggal bagi istri

Firman Allah (yang artinya) : Tempatkanlah mereka (para istri) dimana kalian bertempat tinggal menurut kemampuan kalian.” (Ath Thalaq : 6)

23. Memilih istri yang baik

24. Membantu pekerjaan istri di rumah

Kita tentunya sadar, sebagai umat akhir zaman. Tidak ada yang sesempurna itu. Akan tetapi ingatlah salah satu janji Alloh,

“Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), danwanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula)”. (An Nuur : 26)

Bila ingin mendapatkan jodoh yang baik, ideal yang kita harapkan, maka perbaikilah diri. Hiduplah sesuai ajaran Islam dan Sunnah Nabi-Nya. Jadilah laki-laki yang sholeh, jadilah wanita yang sholehah. Semoga Allah memberikan hanya yang baik buat kita. Amin.

Itulah wasilah membentuk keluarga Islami yang dimulai dari bagaimana menentukan kriteria untuk kemudian menanamkan syariat Islam dalam diri pribadi, keluarga, dan lingkup masyarakat yang lebih luas. Allah Ta’ala berfirman:

“Dan orang-oang yang beriman lelaki dan perempuan sebahagian mereka adalah menjadi penolong bagi sebahagian yang lain. Mereka memerintahkan yang ma’ruf, mencegah dari yang mungkar, menegakkan shalat, menunaikan zakat dan mereka ta’at kepada Allah dan Rasul-Nya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (At Taubah 71)

Ya Rabb kami, anugrahkanlah kepada kami istri-istri kami dan keturunan kami sebagai penyejuk hati (kami) dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertaqwa.”

“Ya Rabb-ku, jadikanlah aku dan anak keturunanku orang-orang yang tetap mendirikan shalat. Ya Rabb kami, kabulkanlah do’a kami.”

8 Tanggapan

  1. Alhamdulillah, dari ciri-ciri suami ideal hampir semuanya sudah ada pada suamiku, Aku sangant bersyukur
    Syurga untukmu suamiku…..

    alhamdulillah,,,tinggal sekarang bagaimana nt berusaha menjadi seorang istri penyejuk suami :)

  2. subhanallah… sungguh beruntung muslimah yg mendapat pendamping hidup spt yg tlh disebutkan diatas..

    mudah2an saya salah satunya..amiin

    amiin. semoga diri ini juga bisa menjadi seperti dia.

  3. assalamu’alaikum…….
    memang saya rasakan sendiri untuk melaukan semua hal yang ada di atas memang bukan suatu hal mudah melainkan suatu hal yang susah karena manusia tidak pernah lepas dari godaan Syaeton…… untk itu marilah kita bersama untuk terus berusaha menjadi umat yang taat.

  4. [...] ini kok orang2 disekitarku menghangatkan tema2 seputar ini. Mulai dari pak adit, si akang, mas roy, akh sadat, dll. Al ustadz juga! (ngasi tugas kok ya seputar Ar Ruum [...]

  5. semoga hamba dapat meniru apa2 yang Rasulullah saw contohkan dalam bersikap terhadap istri nya…

    amiin. itulah jalan yang selamat. makasih pak, dah berkunjung.

  6. Subhanallah :) kira2 masih ada gak ya ikhwan yg seperti itu dimasa skr ini? pasti langka banget.. *pesimis*
    Ah sudahlah, aku juga belum sbegitu pantas mendapatkan yg spt itu *epaluasi diri..*

    Saya kira masuh banyak yang berusaha menjadi seperti itu. Hanya saja, untuk yang sesempurna itu akan sangat sulit di jumpai. Setuju, epaluasi diri. Kembalikan pada diri kita. apakah pantas medapatkan yang seideal itu?

  7. Coba dikomunikasikan dulu dengan cara yang baik. Dan hal ini bisa menjadi ladang pahala jika Anda mau berusaha meluruskan suami.

    bethul..bethul..ray

  8. bagaimana kalau suami seringnya tidak menunjukkan suami ideal padahal sang isteri sudah berusaha menjadi isteri ideal. bagaimana menghadapi hal ini ? apakah sang isteri kalau menetang jadi berdosa ?

    Satu hal yang perlu kita ingat bahwa suami/istri yang kita dapatkan tidak akan bebas dari yang namanya kekurangan. Boleh jadi istri/swami itu,dengan segala kekurangan yang
    ada, tetap lebih baik daripada sekian istri/suami lainnya, hanya saja ia tidakmelihat kekurangan atau aib wanita lainnya itu.
    Menentang dalam hal apa? wajib bagi istri untuk tunduk pada suami dalam hal yang ma’ruf. bahkan Rasululloh pernah bersabda jika dibolehkan bersujud dihadapan seseorang, mk aku perintahkan istri tuk brsujud d hdpn suami.
    Namun jika suami tidak mengerti akan hak2 istri, memiliki akhlaq yang buruk, sering menyiksa, mencaci agama dan si istri sudah tidak tahan lagi dengan perilakunya maka boleh untuk melawannya bahkan dibolehkan memintai cerai (asalkan tepenuhinya alasan2 yg benar, bukan pada alasan/masaah kecil). wallohu a’lam.

Tinggalkan Balasan