Singgah di Taman Surga

19Jun08

Dari Anas bin Malik radhiyallohu ‘anhu bahwa Rasululloh shallallahu’alaihi wa sallam bersabda, “jika kalian melewati taman-taman surga maka singgahlah dengan senang.” Para sahabat bertanya, “Apakah taman-taman surga itu?” Beliau menjawab, “Halaqoh-halaqoh dzikir.” (HR. at-Tirmidzi dan lain-lain)

Apakah yang dimaksud dengan halaqoh dzikir? Para Ulama menyebutkan makna halaqoh dzikir ada beberapa macam yaitu :

Pertama, sekelompok orang yang duduk bersama disuatu tempat kemudian masing-masing berdzikir sendiri-sendiri dengan suara pelan.

Makna ini didasarkan pada hadits Mu’awiyah rodhiyallohu ‘anhu yang diriwayatkan oleh Imam Muslim di kitab shahihnya bahwa Rasululloh shallallahu’alaihi wa sallam pernah keluar pada suatu halaqoh para sahabat. Kemudian beliau bertanya, “Apa yang menyebabkan kalian duduk (disini)?”

Para sahabat menjawab, “Kami duduk berdzikir kepada Alloh.” Beliau bertanya lagi, “Demi Alloh, apakah kalian duduk (disini) hanya karena hal itu (dzikir)?” Para sahabat menjawab, “Demi Alloh, tidak ada yang menyebabkan kami duduk (disini) kecuali karena hal itu.”

Beliau bersabda , “Sesunggunya aku tidaklah meminta kalian bersumpah karena aku menyangka kalian berbohong. Akan tetapi Jibril telah mendatangiku, lalu memberitahukan kepadaku bahwa Alloh membanggakan kalian kepada malaikat.”

Di dalam hadits tersebut ada isyarat bahwa mereka berdzikir dengan suara pelan yaitu dari pertanyaan Rasululloh shallallahu’alaihi wa sallam kepada orang-orang yang berdzikir tersebut. Seandainya mereka berdzikir dengan suara keras, tentunya Rasululloh shallallahu’alaihi wa sallam akan mengetahui dan tidak bertanya lagi.

Dalil lain adalah dari Abdullah bin Mas’ud radhiyallohu ‘anhu bahwa beliau mengingkari orang-orang yang berdzikir bersama-sama dengan pengingkaran yang sangat keras.

Kedua, duduk bersama-sama untuk membaca dan mempelajari al-Quran.

Yaitu salah seorang membaca dan lainnya mendengarkan. Rasululloh shallallahu’alaihi wa sallam bersabda, “Dan tidaklah sekelompok orang berkumpul didalam salah satu rumah diantara rumah-rumah Alloh, mereka membaca kitab Alloh dan saling belajar diantara mereka, kecuali ketenangan turun kepada mereka, rahmat meliputi mereka, dan Alloh menyebut mereka di kalangan (para malaikat) di hadapan-Nya.”

Ketiga, majelis ilmi yaitu yang membahas ilmu-ilmu agama, membahas tentang halal dan haram dan lainnya.

Berdasar hadits dari Abu Waqid al-Laitsi radhiyallohu’anhu bahwa ketika Rasululloh shallallahu’alaihi wa sallam sedang duduk dalam masjid bersama para sahabat, tiba-tiba datanglah tiga orang. Dua orang menghampiri Rasululloh shallallahu’alaihi wa sallam dan yang seorang pergi. Orang yang pertama melihat ada celah pada halaqoh lalu duduk disana. Orang yang kedua duduk di belakang mereka (di belakang halaqoh). Sedangkan orang yang ketiga berpaling dan pergi. Setelah Rasululloh shallallahu’alaihi wa sallam selesai, beliau bersabda, “Maukah akuberitahu kliantentang tiga orang tadi? Adapun salah satu dari mereka, dia mendekat kepada Alloh maka Alloh-pun mendekatkannya. Adapun yang lain, dia malu, maka Alloh-pun malu kepadanya. Dan yang lain lagi dia berpaling, maka Alloh-pun berpaling darinya.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Syaikh Salim bin Ied al-Hilaly berkata, “Majelis-majelis dzikir adalah majelis-majelis ilmu yang diadakan di rumah-rumah Alloh untuk belajar, mengajar dan mencari pemahaman tentang agama.” Beliau juga berkata, “Majelis dzikir yang dicintai oleh Alloh adalah majelis-majelis ilmu, bersama-sama mempelajari al-Quran dan as-Sunnah dan mencari pemahaman tentang hal itu.”

Itulah yang dimaksud dengan halaqoh dzikir yang merupakan tama-taman surga, yaitu sekelompok orang yang berdzikr di suatu tempat dengan dzikir dan tatacara yang diajarkan Rasululloh shallallahu’alaihi wa sallam atau berkumpul untuk mebaca dan mempelajari al-Quran atau berkumpul untuk mempelajari ilmu agama.

Bagaimana dengan kita ? Sukakah kita singgah di taman-taman surga ? jika iya, mudah-mudahan kelak kita akan menjadi salah seorang penduduk surga-Nya. Jika belum, semoga Alloh memberikan hidayah sehingga kita diberi kekuatan untuk menghampiri taman-taman surga dan menyusul mereka yang telah singgah didalamnya.

Ditulis dari : Majalah Tashfia 03/I/2006



16 Responses to “Singgah di Taman Surga”

  1. 1 amy

    la ila ..

    • 2 sobirin

      amy, jangan berkata:LA ILA,ini artinya td ada TUHAN berarti anda tdk mengakui adanya Tuhan,sama sj KUFUR

  2. 5 Indiarto

    Asalamu alaikum

    Definisi Majelis Dzikir menurut HR Muslim no.2701 (Hadist Shohih)
    Dari Abu Sa’id al Khudri ra, ia berkata:
    “Muawiyah ra pernah keluar pergi mendatangi sebuah halaqah di mesjid lalu berkata: Apa yang membuat kalian duduk-duduk berkumpul?
    Mereka menjawab: “Kami duduk berdzikir kepada Allah.”
    Muawiyah berkata: “Demi Allah, hanya itukah yang membuat kalian duduk berkumpul? “
    Mereka menjawab: “Ya, hanya itulah yang membuat kami duduk berkumpul.”
    Muawiyah berkata: “Ketahuilah, sesungguhnya aku tidak mau menyumpahi kalian karena curiga. Tidak seorangpun yang paling sedikit mendapatkan hadits dari Rasulullah saw selain aku. Sesungguhnya Rasulullah saw pernah mendatangi suatu halaqah sebagian sahabat, lalu bertanya : “Apa yang membuat kalian duduk-duduk berkumpul?”
    Mereka menjawab : “Kami duduk berdzikir kepada Allah dan memuji-Nya karena telah menunjukkan kami kepada Islam dan memberi kami karunia Islam.”
    Beliau bertanya: “Demi Allah, hanya itukah yang membuat kalian duduk-duduk berkumpul?”
    Mereka menjawab: “Demi Allah, ya, hanya itulah yang membuat kami duduk berkumpul.”
    Beliau bersabda: “Ketahuilah, Jibril datang kepadaku memberitahu bahwa Allah membanggakan kalian di hadapan para Malaikat.”

    Kandungan Hadits:
    Berdasarkan HR Muslim di atas, yang dimaksud majelis atau halaqah dzikir adalah
    1. Orang-orang yang duduk berdzikir kepada Allah SWT
    2. Tidak ada kegiatan lain di majelis dzikir tersebut selain hanya berdzikir kepada Allah SWT.
    3. Allah membanggakan orang-orang yang berada di majelis dzikir di hadapan Malaikat.
    4. Majelis dzikir sudah ada sejak jaman Rasulullah saw dan para sahabat.

    Wasalam

  3. 6 HambaAllah

    Apakah majelis Dzikir sama dengan majelis Ilmu?

    Syaikh Salim bin Ied al-Hilaly (Salafi) berkata, “Majelis-majelis dzikir adalah majelis-majelis ilmu yang diadakan di rumah-rumah Alloh untuk belajar, mengajar dan mencari pemahaman tentang agama.” Beliau juga berkata, “Majelis dzikir yang dicintai oleh Alloh adalah majelis-majelis ilmu, bersama-sama mempelajari al-Quran dan as-Sunnah dan mencari pemahaman tentang hal itu.”

    Pendapat Salim bin Ied al Hilaly bahwa majelis dzikir sama dengan majelis ilmu adalah kesalahan fatal, krn bila dilihat dari kamus bahasa manapun majelis dzikir tidak sama dengan majelis ilmu.
    Definisi menurut Syaikh Al Hilaly ini berbahaya, karena nantinya banyak umat muslim yang enggan berdzikir karena mencari ilmu.
    majelis dzikir semata-mata adalah hablu minallah (hanya berdzikir saja seperti yang telah antum paparkan pada hadist Muawiyah ra dari Abu Said Al Khurdi (HR. Muslim no 2701)), dan tidak demikian dengan majelis ilmu.

    Lihat Hadist riw Bukhori (XI/208-209) dan muslim (2689), oleh syaikhh Al Hilaly dalam Syarah Riyadhush Shalihin diberi penomoran 1447.
    Bahwa yang dikerumuni malaikat adalah kaum atau majelis dzkikir bukan majelis ilmu.

    Lihat Hadist muslim (2700), oleh syaikh Al Hilaly dalam Syarah Riyadhush Shalihin diberi penomoran 1448.
    Dari Abu Hurairah dan Abu Sa’id r.a, keduannya berkata: Rasulullah saw bersabda “Tidah duduk suatu kaum yang berdzikir kepada Allah SWT melainkan para Malaikat mengelilingi mereka, rahmat meliputi mereka, serta ketenangan turun atas mereka, dan Allah menyebut-nyebut mereka di tengah-tengah siapapun di sisi-Nya” (HR. Muslim)

    Jadi sekali lagi bukan majelis ilmu yang diliputi malaikat, tetapi majelis dzikir yang diliputi malaikat.
    Sehingga hujjah Syaikh Al Hilaly mengenai definisi majelis dzikir tidak dapat dipakai sebagai acuan.

    Terima kasih

    Salam

    • Assalamu’alaikum… Smoga saudara sekalian senantiasa dirahmati Allah SWT.
      Semua penjelasan yg saudara tulis adalah benar…
      Tapi menurut pendapat saya, :
      Dzikir merupakan kata umum, yaitu semua aktivitas untuk mengingat Allah disebut dzikir. Sholat, membaca Al Qur’an, membaca do’a2, menuntut ilmu, dan lain2 termasuk kategori dzikir asalkan dilakukan dengan Lillah.
      Maka Majelis dzikir bisa juga disebut majelis ilmu, karna dalam majelis tersebut kita bisa mendapatkan banyak ilmu untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.
      Jd jangan mempersempit pemikiran kita tentang Dzikrullah…
      Terima kasih,
      Wassalam…

  4. 8 FATIMAH

    god paradise is soooooooooooooooooooooooooo Beautifull!!!!!!!

  5. 9 FATIMAH

    i hope we alll can go to paredise

    soo.we have to close by the god

  6. 10 DeCA

    …sMg qHuw Bs,,
    ..mNkMt iNdHnY MsK d sUrGa bRsM,,,,
    ..sHbT dN OrAnG iAnK qHuW,,,
    ..CnTai sRta oRg iAnK qHuW sYnGi….!!!!
    ..AmiiN……!!!!!! :-)

  7. 11 Beni DMAN Subng

    Qt menunggu kemurahan Alloh SWT.

    • 12 rangga

      membeli dgn harga yg mahal,yaitu dgn perbanyak sedekah jgn hanya 2,5% kalo perlu 100 persen, maka kemurahaan Allah akan datang,berzikirlah spanjang waktu spanjang helaan nafasmu, maka kemuliaan akan datang kpadamu

  8. 13 Budyarto

    so, jadi apakah orang-orang yang berkumpul melakukan tahlil dan zikir tentu saja setelah peristiwa kematian seseorang termasuk dalam taman-taman surga……

  9. 14 nadiYYah

    subhanallah, izin copas akh +_+

    Tafadhol


  1. 1 Jika Kalian Melewati Taman-Taman Surga Maka Singgahlah « Ikatlah Ilmu dengan Ngeblog
  2. 2 nadiyyah[dot]net » Blog Archive » Singgah di Taman Syurga

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 579 pengikut lainnya.